Ratna Tuding Jokowi Soal Bantuan 23 Milliyar Ke Papua

Ratna Tuding Jokowi Soal Bantuan 23 Milliyar Ke Papua

Ratna Tuding Jokowi Soal Bantuan 23 Milliyar Ke Papua – Aktivis Ratna Sarumpaet menuding pemerintah melakukan pemblokiran dana sekitar nasabah. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk sandaran swadaya pembangunan di Papua.

“Kasusnya sendiri adalah kalau ada pelanggaran-pelanggaran yang dikerjakan oleh kekuasaan dalam sesuatu ini dugaan pelanggaran yang dilakukan kekuasaan, dalam sesuatu ini bisa Pak Jokowi sebagai kepala pemerintahan & dilakukan oleh Menteri Uang, ” kata Ratna tatkala jumpa pers di Khanah DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/9/2018).

AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA | POKER ONLINE TERPERCAYA

Kasus itu bermula dari salah wahid nasabah, Ruben PS Marey yang mendatangi Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC). Ruben melaporkan bahwa pemerintah diduga melakukan pemblokiran sepihak kepada dananya yang disimpan pada satu diantara bank di Nusantara.

Ratna menyebut langkah pemblokiran yang dilakukan pemerintah itu melanggar Undang-Undang. Selain tersebut kasus ini juga dinilainya melanggar hak pribadi nasabah.

“Dana ini untuk swadaya pembangunan di Papua. Skandal ini mempunyai tendensi pula melakukan pelanggaran keuangan, ” kata Ratna.

Sementara tersebut, Ruben menjelaskan, kasus itu sudah berjalan selama 3 tahun. Ia menyebut bukan ada kerjasama yang indah dari pemerintah, Bank Nusantara, maupun satu diantara bank penguasa negara sebagai tempat dia menutupi dana tersebut untuk menyembunyikan persoalan ini.

Ruben membaca, persoalan ini bermula daripada dia yang menerima gelontoran dana dari para pembantu untuk membangun Papua. Kiriman dengan total Rp 23, 9 triliun itu terabadikan sejak tahun 2016 pada rekening pribadinya.

“Total menyeluruh Rp 23, 9 triliun rupiah itu untuk dana-dana pembangunan yang kami upayakan saat itu supaya karet donatur itu tergerak hatinya karena melihat ketertinggalan kita di Papua dengan nilai kemiskinan yang begitu menjulung indeks pembangunan manusianya amat rendah bahkan kalau diukur seluruh dunia paling ringan di seluruh dunia, ” tutur Ruben.

“(Rekening) Kepada nama pribadi saya, hamba dijamin dalam UU kemudian lintas devisa dan bentuk nilai tukar kita yang dimuat dalam UU 24 Tahun 1999 Bab II Pasal 2 ayat disebutkan bahwa setiap penduduk bisa dengan bebas memiliki & menggunakan devisa kalau tersedia pembatasan-pembatasan aturan itu seman dengan sendirinya karena bertumbukan dengan UU di atasnya, ” imbuhnya.

Namun, tanda Ruben, tiba-tiba dana dalam rekeningnya tersebut hilang. Tatkala dikroscek ke bank tempat Ruben menyimpan uang tersebut, tak ada catatan duit masuk dalam rekeningnya.

“Kemudian kami mendapatkan print out rekening kami dan faktanya kosong tetapi laporannya World Bank itu sudah menyerap ke rekening kami itu kami melihat kejanggalan-kejanggalan yang terjadi, ” katanya.

Ruben mengatakan, hal itu lalu sudah dikroscek kembali di World Bank. Namun, faksi World Bank mengatakan, yang telah sukses terkirim di rekening Ruben pribadi.

“Kami pun semalam hubungi pengaudit dari World Bank & mengatakan transferan kami menurut saudara dari bank Nusantara itu sudah clear, ” ungkap Ruben.

Ruben berjanji, dengan menggandeng RSCC, kasusnya ini akan dapat cepat terselesaikan. Ia juga berhajat untuk melaporkan ini di DPR RI.

“Kami harap kepada pihak dewan dapat merespons apa yang kita bawa sebagai aspirasi itu, ” pungkasnya.

AGEN JUDI ONLINE TERAMAN DAN TERPERCAYA DI INDONESIA

Dengan Minimun Deposit Rp 25.000 Anda Dapat Memainkan Berbagai Permainan Online Seperti SBOBET, IBCBET, MAXBET, LIVE CASINO, TOGEL Dan Sebagainya

Ayo Segera Bergabung Di WWW.HOKKIBET.INFO Dan Nikmati Promo-Promo Menarik Dari Kami

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *