Partai PDIP – Gagalnya Berkoalisi Antara Partai Demokrat Dengan Jokowi Karena Masih Banyak Keraguan

Partai PDIP – Gagalnya Berkoalisi Antara Partai Demokrat Dengan Jokowi Karena Masih Banyak Keraguan

Partai PDIP – Gagalnya Berkoalisi Antara Partai Demokrat Dengan Jokowi Karena Masih Banyak Keraguan – Partai PDIP masih juga tak paham dengan ‘keluhan’ Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait rintangan untuk berkoalisi karena hubungan dengan sang ketum, Megawati Soekarnoputri yang masih mendingin. PDIP menganggap sebuah kegagalan SBY-Joko Widodo untuk berkoalisi karena banyak sikap keraguan dari Presiden ke-6 RI itu sendiri

“Saya sungguh sungguh heran dengan sikap Pak SBY. Sosoknya yang besar, kenapa beliaunya menjadi seorang peragu? Pak SBY sendiri juga selalu bilang lima kali Pak Jokowi mengajak kami di dalam. Setiap kali melakukan pertemuan dengan Pak Jokowi, Pak SBY selalu bertanya, ‘Pak Jokowi, apakah jika kalau Partai Demokrat berada dalam koalisi, partai-partai koalisi bisa menerima kehadiran kami Partai Demokrat?’ Lalu berdasarkan dengan keterangan Pak SBY sendiri, Pak Jokowi menjawab ‘bisa, karena presidennya kan saya’,” Ujar Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai PDIP Komaruddin Watubun,Pada hari Jumat (27/7/2018).

AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA | POKER ONLINE TERPERCAYA


SBY juga didalam pernyataannya menyebutkan, salah satu rintangan terbesar untuk berkoalisi dengan Jokowi adalah hubungan dengan Ketua Umum Partai PDIP Megawati yang masih dingin itu. Watubun juga heran dengan pernyataan SBY itu.

“Jadi Lalu kenapa Ibu Mega yang disalahkan. Masalahnyakan berada di Pak SBY itu sendiri. Rakyat tahu itu semua ,” ujar Watubun.

Menurut Watubun, kegagalan Berkoalisinya Demokrat, SBY dan keluarga, beserta seluruh keluarga besar Partai Demokrat dalam koalisi dengan Jokowi lebih disebabkan oleh keraguan SBY itu sendiri. Sebab, ucap Watubun, ketika Jokowi menjawab apakah PD bisa gabung koalisi, SBY menolaknya dan menyeret Bu Megawati.

Baca Terkait : 

 

Padahal, kata Watubun, rakyat Indonesia juga tahu kalau Jokowi telah mempersatukan semua presiden dan wakil Presiden terdahulu pada saat upacara hari kemerdekaan ke-72 RI tahun lalu. SBY saat itu telah bersalaman dengan Mega dan juga disaksikan jutaan mata rakyat Indonesia saat itu.

“Kok sekarang malah Pak SBY kembali berulah lagi tentang persoalan hubungan dengan Ibu Mega Belum Pulih? Ini SBY dihantui oleh keraguan perasaanya sendiri,” ucap Watubun.

“Jadi, di mana Ibu Mega yang menghambat koalisi tersebut? Bahkan, ketika Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menerima Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat dan beserta Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto, yang juga masih famili dengan Ibu Ani Yudhoyono, jaminan telah kami tegaskan kembali. Kami tidak mempersoalkan ketika Demokrat ikut gabung dengan Pak Jokowi pun,” ujarnya.

Meski juga demikian, Watubun sangat memahami sikap politik SBY saat ini. Dia lalu bicara tentang persoalan bagaimana seorang orang tua ingin anaknya menjadi sukses.

“Kita maafkan saja sikap Pak SBY-lah, saya sendiri juga seorang Bapak, bisa mengerti dan merasakan mimpi seorang Bapak terhadap anaknya,” kata sindiran Watubun.

AGEN JUDI ONLINE TERAMAN DAN TERPERCAYA DI INDONESIA

Dengan Minimun Deposit Rp 25.000 Anda Dapat Memainkan Berbagai Permainan Online Seperti SBOBET, IBCBET, MAXBET, LIVE CASINO, TOGEL Dan Sebagainya

Ayo Segera Bergabung Di WWW.HOKKIBET.INFO Dan Nikmati Promo-Promo Menarik Dari Kami

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *